Dampak Perubahan Iklim dan Cara Menjaga Lingkungan Agar Tetap Bersih dan Sehat
Perubahan iklim menyebabkan banyak masalah lingkungan. Hal yang sudah mulai terjadi adalah fenomena es di kutub-kutub bumi meleh yang menyebabkan permukaan air naik sehingga menyebabkan banjir. Ditambah lagi cuaca ekstrim yang belakangan ini sering terjadi. Misalnya saja, musim kemarau yang berkepanjangan, gelombang panas yang meningkatkan suhu udara secara ekstrim dan hujan lebat yang sering sekali terjadi. Kondisi-kondisi ini menimbulkan banyak sekali permasalah lingkungan yang berdampak pada kesehatan manusia.
Di Indonesia yang
beriklim tropis ini pada musim kemarau berkepanjangan adalah kondisi yang
sangat baik bagi perkembangan bakteri, virus, jamur dan parasit karena
kelembaban udara pada musim kemarau cukup tinggi. Mikroorganisme-mikroorganisme
tersebut tumbuh dengan sangat subur dan dapat bertahan hidup lebih lama.
Kondisi ini menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri dan udara
semakin banyak terjadi seperti penyakit kulit akibat jamur. Selain itu, udara
yang hangat adalah pertanda bagi bunga untuk melakukan penyerbukan. Umumnya,
orang alergi dengan benda-benda kecil seperti serbuk bunga. Sehingga, kondisi
ini menyebabkan peningkatan penyakit akibat alergi meningkat.
Perubahan Iklim juga
menyebabkan cuaca ekstrim dan sulit ditebak. Di satu wilayah, bisa saja terjadi
hujan terus-menerus yang disertai dengan angin kencang dan menyebabkan banjir.
Sementara di wilayah lain terjadi kemarau berkepanjangan hingga mengeringkan
sawah, ladang dan sumber-sumber air masyarakat. Belum lagi suhu ekstrim yang
disebabkan terik matahari dapat membakar kulit.
Cuaca ekstrim seperti
hujan kencang yang terjadi terus-menerus akan menyebabkan banjir jika daratan
tidak siap menampung limpahan air yang banyak. Kondisi banjir menyebabkan
lingkungan kotor dan menjadi lingkungan yang sangat baik bagi sarangga dan
nyamuk penyebar penyakit untuk hidup dan bereproduksi. Dengan kondisi seperti
ini, kasus penyakit seperti malaria dan demam berdarah dengue akan sangat
banyak, sampai pada titik endemik. Sementara kondisi ekstrim lingkungan
mempengaruhi daya tubuh manusia sehingga mudah sekali menjadi sakit.
Sedangkan kemarau,
akibat peningkatan suhu bumi terus-menerus dapat menyebabkan kebakaran semak
dan hutan. Asap yang dihasilkan dari kebakaran sejam dan hutan mencemari udara
yang juga berdampak pada kesehatan pernapasan manusia. Dalam kondisi tersebut
akan sering ditemukan kasus-kasus seperti Infeksi Pernapasan.
Menjaga lingkungan tetap bersih merupakan hal yang
sangat penting. Menjaga lingkungan agar tetap bersih sangatlah mudah
sebenarnya, tapi kadang-kadang penerapannya saja yang sangat malas untuk
dilakukan. Tapi kalau sering dilakukan itu akan membuat kita terbiasa untuk
selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih. Apabila sejak dini kita diajarkan
oleh orang tua kita tentang arti sebuah hidup yang sehat maka itu akan membuat
kita terbiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih.
Hal yang terkecil yang bisa di lakukan adalah
dengan membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan yang bersih dan nyaman itu
akan membuat hati kita terasa damai. Dan dengan menjaga lingkungan agar tetap
bersih itu akan membuat kita jauh dari berbagai macam penyakit.’’
Nah, berikut ini ada beberapa
cara untuk menerapkan lingkungan yang bersih dan sehat:
1.
Terapkan 3R
Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse
and Recycle atau biasa dikenal dengan 3R, dari diri kamu. Biasakan untuk
mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. Untuk
menghemat penggunaan plastik, kamu bisa baca lebih lengkap di artikel lainnya
yang membahas diet sampah
plastik.Kemudian jangan lupa memanfaatkan barang bekas agar bisa
digunakan kembali. Seperti memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot
tanaman. Itu hanya salah satu contoh saja. Masih banyak lagi barang bekas yang
bisa digunakan kembali dengan ide kreatifmu!Terakhir, jangan lupa untuk selalu
mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang kembali.
2.
Membuang
sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah
Secara garis besar kamu dapat memisahkan sampah menjadi
dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.Siapkanlah dua tempat sampah yang
berbeda di rumah yang dikhususkan untuk setiap jenis-jenis sampah. Kalian pasti
sudah tahu, sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam. Seperti sisa
makanan atau daun. Dengan kata lain semua sampah yang dapat terurai dengan
mudah adalah sampah organik. Sementara sampah plastik, karet, kaca dan kaleng
masuk ke dalam kategori sampah anorganik.
3.
Menghemat
penggunaan air
Salah satu kebiasaan yang mungkin sering tidak Anda
sadari dapat memberikan kontribusi positif pada lingkungan adalah penghematan
air. Persediaan air tanah semakin menipis, bahkan menurut penelitian dari The
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan
terjadi kekuarangan air bersih skala global pada tahun 2030. Dengan menghemat
air, Anda tentunya dapat membantu mencegah terjadinya hal tersebut. Jika Anda
sudah menanam kebiasaan menutup keran air di rumah, sebaiknya lakukan juga
kebiasaan tersebut di tempat-tempat umum. Mungkin terkesan “tidak ada kerjaan”,
namun jika bukan Anda yang mulai melakukan perubahan, sumber daya air akan
semakin terbuang sia-sia dan menjadi habis.Selain kebiasaan menutup keran
setelah tidak digunakan kembali, mungkin Anda bisa mencoba menghemat penggunaan
air saat sedang mandi. Semakin lama Anda berada di dalam kamar mandi, maka
semakin banyak air bersih yang terbuang. Apalagi saat Anda sedang menggosok
gigi, usahakan untuk menutup keran terlebih dahulu jika memang Anda tidak
menggunakan airnya. Lakukan langkah sederhana itu secara perlahan agar
berdampak positif untuk menjaga lingkungan.
4.
Melakukan
penghijauan dengan menanam pohon
Jika Anda memiliki sedikit lahan kosong di rumah, Anda
bisa membantu menjaga lingkungan dengan melakukan penghijauan. Selain mencegah
efek rumah kaca, manfaat yang bisa Anda rasakan bila melakukan penghijauan
adalah mengurangi partikel debu. Penghijauan yang Anda lakukan secara tidak
langsung dapat menyelamatkan kondisi lingkungan. Dampak positif lain dari
penghijauan yang Anda lakukan, menjadikan lingkungan di sekitar Anda sejuk.
Udara bersih yang Anda rasakan setiap pagi membuat pikiran menjadi tenang
sehingga mempermudah Anda untuk mencari ide-ide baru. Jangan sia-siakan sekecil apapun lahan kosong
yang Anda miliki, karena dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga.
5.
Menggunakan
angkutan umum
Serupa dengan bersepeda, menggunakan transportasi umum
dapat membantu menurunkan kadar emisi gas yang melayang ke atmosfer bumi. Nggak
ada salahnya kok naik transportasi umum kalau kamu lagi nggak lagi
terburu-buru. Sederhana kan?
By: Dea Anggraini
Nah itulah beberapa cara yang dapat kita terapkan untuk menjaga lingkungan
kita agar tetap bersih dan sehat. Jangan lupan untuk menjaga dan mencintain
bumi kita yaa, agar keturunan kita berikutnya dapat merasakan keasrian bumi
ini. Semoga bermanfaat ya teman-teman J
Dea Anggraini
1911211036
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Dosen Pengampu: Aulia Rahman, SKM, MKM.
Sumber:











0 komentar:
Posting Komentar