Sabtu, 28 Maret 2020
Kamis, 19 Maret 2020
Dampak Perubahan Iklim dan Cara Menjaga Lingkungan Agar Tetap Bersih dan Sehat
Dampak Perubahan Iklim dan Cara Menjaga Lingkungan Agar Tetap Bersih dan Sehat
Perubahan iklim menyebabkan banyak masalah lingkungan. Hal yang sudah mulai terjadi adalah fenomena es di kutub-kutub bumi meleh yang menyebabkan permukaan air naik sehingga menyebabkan banjir. Ditambah lagi cuaca ekstrim yang belakangan ini sering terjadi. Misalnya saja, musim kemarau yang berkepanjangan, gelombang panas yang meningkatkan suhu udara secara ekstrim dan hujan lebat yang sering sekali terjadi. Kondisi-kondisi ini menimbulkan banyak sekali permasalah lingkungan yang berdampak pada kesehatan manusia.
Di Indonesia yang
beriklim tropis ini pada musim kemarau berkepanjangan adalah kondisi yang
sangat baik bagi perkembangan bakteri, virus, jamur dan parasit karena
kelembaban udara pada musim kemarau cukup tinggi. Mikroorganisme-mikroorganisme
tersebut tumbuh dengan sangat subur dan dapat bertahan hidup lebih lama.
Kondisi ini menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri dan udara
semakin banyak terjadi seperti penyakit kulit akibat jamur. Selain itu, udara
yang hangat adalah pertanda bagi bunga untuk melakukan penyerbukan. Umumnya,
orang alergi dengan benda-benda kecil seperti serbuk bunga. Sehingga, kondisi
ini menyebabkan peningkatan penyakit akibat alergi meningkat.
Perubahan Iklim juga
menyebabkan cuaca ekstrim dan sulit ditebak. Di satu wilayah, bisa saja terjadi
hujan terus-menerus yang disertai dengan angin kencang dan menyebabkan banjir.
Sementara di wilayah lain terjadi kemarau berkepanjangan hingga mengeringkan
sawah, ladang dan sumber-sumber air masyarakat. Belum lagi suhu ekstrim yang
disebabkan terik matahari dapat membakar kulit.
Cuaca ekstrim seperti
hujan kencang yang terjadi terus-menerus akan menyebabkan banjir jika daratan
tidak siap menampung limpahan air yang banyak. Kondisi banjir menyebabkan
lingkungan kotor dan menjadi lingkungan yang sangat baik bagi sarangga dan
nyamuk penyebar penyakit untuk hidup dan bereproduksi. Dengan kondisi seperti
ini, kasus penyakit seperti malaria dan demam berdarah dengue akan sangat
banyak, sampai pada titik endemik. Sementara kondisi ekstrim lingkungan
mempengaruhi daya tubuh manusia sehingga mudah sekali menjadi sakit.
Sedangkan kemarau,
akibat peningkatan suhu bumi terus-menerus dapat menyebabkan kebakaran semak
dan hutan. Asap yang dihasilkan dari kebakaran sejam dan hutan mencemari udara
yang juga berdampak pada kesehatan pernapasan manusia. Dalam kondisi tersebut
akan sering ditemukan kasus-kasus seperti Infeksi Pernapasan.
Menjaga lingkungan tetap bersih merupakan hal yang
sangat penting. Menjaga lingkungan agar tetap bersih sangatlah mudah
sebenarnya, tapi kadang-kadang penerapannya saja yang sangat malas untuk
dilakukan. Tapi kalau sering dilakukan itu akan membuat kita terbiasa untuk
selalu menjaga lingkungan agar tetap bersih. Apabila sejak dini kita diajarkan
oleh orang tua kita tentang arti sebuah hidup yang sehat maka itu akan membuat
kita terbiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih.
Hal yang terkecil yang bisa di lakukan adalah
dengan membuang sampah pada tempatnya. Lingkungan yang bersih dan nyaman itu
akan membuat hati kita terasa damai. Dan dengan menjaga lingkungan agar tetap
bersih itu akan membuat kita jauh dari berbagai macam penyakit.’’
Nah, berikut ini ada beberapa
cara untuk menerapkan lingkungan yang bersih dan sehat:
1.
Terapkan 3R
Budayakan gaya hidup Reduce, Reuse
and Recycle atau biasa dikenal dengan 3R, dari diri kamu. Biasakan untuk
mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. Untuk
menghemat penggunaan plastik, kamu bisa baca lebih lengkap di artikel lainnya
yang membahas diet sampah
plastik.Kemudian jangan lupa memanfaatkan barang bekas agar bisa
digunakan kembali. Seperti memanfaatkan botol plastik bekas untuk dijadikan pot
tanaman. Itu hanya salah satu contoh saja. Masih banyak lagi barang bekas yang
bisa digunakan kembali dengan ide kreatifmu!Terakhir, jangan lupa untuk selalu
mendaur ulang sampah-sampah yang dapat didaur ulang kembali.
2.
Membuang
sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah
Secara garis besar kamu dapat memisahkan sampah menjadi
dua jenis, yaitu sampah organik dan anorganik.Siapkanlah dua tempat sampah yang
berbeda di rumah yang dikhususkan untuk setiap jenis-jenis sampah. Kalian pasti
sudah tahu, sampah organik adalah sampah yang berasal dari alam. Seperti sisa
makanan atau daun. Dengan kata lain semua sampah yang dapat terurai dengan
mudah adalah sampah organik. Sementara sampah plastik, karet, kaca dan kaleng
masuk ke dalam kategori sampah anorganik.
3.
Menghemat
penggunaan air
Salah satu kebiasaan yang mungkin sering tidak Anda
sadari dapat memberikan kontribusi positif pada lingkungan adalah penghematan
air. Persediaan air tanah semakin menipis, bahkan menurut penelitian dari The
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) akan
terjadi kekuarangan air bersih skala global pada tahun 2030. Dengan menghemat
air, Anda tentunya dapat membantu mencegah terjadinya hal tersebut. Jika Anda
sudah menanam kebiasaan menutup keran air di rumah, sebaiknya lakukan juga
kebiasaan tersebut di tempat-tempat umum. Mungkin terkesan “tidak ada kerjaan”,
namun jika bukan Anda yang mulai melakukan perubahan, sumber daya air akan
semakin terbuang sia-sia dan menjadi habis.Selain kebiasaan menutup keran
setelah tidak digunakan kembali, mungkin Anda bisa mencoba menghemat penggunaan
air saat sedang mandi. Semakin lama Anda berada di dalam kamar mandi, maka
semakin banyak air bersih yang terbuang. Apalagi saat Anda sedang menggosok
gigi, usahakan untuk menutup keran terlebih dahulu jika memang Anda tidak
menggunakan airnya. Lakukan langkah sederhana itu secara perlahan agar
berdampak positif untuk menjaga lingkungan.
4.
Melakukan
penghijauan dengan menanam pohon
Jika Anda memiliki sedikit lahan kosong di rumah, Anda
bisa membantu menjaga lingkungan dengan melakukan penghijauan. Selain mencegah
efek rumah kaca, manfaat yang bisa Anda rasakan bila melakukan penghijauan
adalah mengurangi partikel debu. Penghijauan yang Anda lakukan secara tidak
langsung dapat menyelamatkan kondisi lingkungan. Dampak positif lain dari
penghijauan yang Anda lakukan, menjadikan lingkungan di sekitar Anda sejuk.
Udara bersih yang Anda rasakan setiap pagi membuat pikiran menjadi tenang
sehingga mempermudah Anda untuk mencari ide-ide baru. Jangan sia-siakan sekecil apapun lahan kosong
yang Anda miliki, karena dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga.
5.
Menggunakan
angkutan umum
Serupa dengan bersepeda, menggunakan transportasi umum
dapat membantu menurunkan kadar emisi gas yang melayang ke atmosfer bumi. Nggak
ada salahnya kok naik transportasi umum kalau kamu lagi nggak lagi
terburu-buru. Sederhana kan?
By: Dea Anggraini
Nah itulah beberapa cara yang dapat kita terapkan untuk menjaga lingkungan
kita agar tetap bersih dan sehat. Jangan lupan untuk menjaga dan mencintain
bumi kita yaa, agar keturunan kita berikutnya dapat merasakan keasrian bumi
ini. Semoga bermanfaat ya teman-teman J
Dea Anggraini
1911211036
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Dosen Pengampu: Aulia Rahman, SKM, MKM.
Sumber:
Kamis, 05 Maret 2020
Menjaga Kebersihan Lingkungan dan Mengolah Sampah
Salah satu masalah yang sedang masyarakat Indonesia saat ini adalah permasalahan kebersihan, terutama permasalahan sampah. Pengertian sampah itu sendiri adalah sisa suatu usaha atau kegiatan manusia yang berwujud padat, baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai dan dianggap sudah tidak berguna lagi sehingga dibuang ke lingkungan sehingga menjadikan lingkungan tercemar. Sampah adalah suatu polusi yang mencemarkan lingkungan, semua ini berawal dari kebiasaan buruk masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan, jadi bukan karena alam yang membuat manusia sengsara karena banjir namun itu akibat dari manusianya sendiri yang tak peduli terhadap lingkungan, dan juga Kesadaran penduduk yang rendah akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta. Hampir setiap hari masyarakat membuang sampah sembarangan, entah itu di sungai, di jalan dan di tempat-tempat lainnya.
Lingkungan yang bersih tidak hanya membuat siapapun yang memandangnya menjadi merasa nyaman dan aman. Lingkungan yang bersih juga akan memberikan manfaat yang banyak, termasuk dalam pengendalian penyakit. Karena kita tahu bahwa lingkungan yang kotor adalah sarang dari banyak bibit penyakit berbahaya.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan baik dalam menjalani pola hidup sehat. Bagaimana caranya? Karena lingkungan adalah tempat yang sangat luas tidak hanya di sekitar rumah saja. Namun, dengan menfokuskan cara-cara menjaga kebersihan lingkungan dibawah ini, kita pasti bisa menjaganya dengan baik. Berikut 12 cara menjaga kebersihan lingkungan, yaitu:
1. Mulai Dari Lingkungan Rumah
Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan adalah dengan menjaga kebersihan rumah dan halaman. Karena kebersihan rumah dan halaman akan membuat kita menjadi lebih terbiasa untuk membersihkan lingkungan lainnya. Pastikan kita selalu menyapu rumah setidaknya 2 kali sehari. Sapu juga halaman rumah setidaknya 2 kali dalam seminggu.
2. Mendaur Ulang
Ada banyak jenis sampah yang akan mengotori lingkungan sekitar yang sebenarnya bisa didaur ulang dengan baik. Misalnya saja memanfaatkan kaleng dan botol bekas untuk dijadikan wadah apapun. Kaleng bekas bisa dirubah menjadi sebuah pot bunga dan kita bahkan bisa menghiasnya. Ini akan menjadi hal yang positif dibandingkan membiarkannya menjadi sampah yang menumpuk.
3. Pembuatan Pupuk Kompos
Pupuk kompos bisa dibuat dari sampah organik. Daripada membiarkannya terbengkalai dan membusuk hingga menimbulkan bibit penyakit, lebih baik jika diolah menjadi pupuk kompos yang berguna bagi pertanian dan perkebunan.
4. Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Hal terpenting dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah untuk tetap membiasakan hal-hal baik seperti kebiasaan membuang sampah apada tempatnya. Jangan membiarkan sampah bertebaran dimana-mana tanpa peduli untuk membuangnya ditempatnya.
Bahkan, jika memungkinkan selalu menanamkan pada diri kita masing-masing untuk tetap menjaga kebersihan dengan memungut sampah yang berserakan di jalanan. Membuangnya pada tempat yang seharusnya walaupun kita bukanlah petugas kebersihan.
5. Memisahkan Jenis Sampah
Menggunakan jenis tong sampah yang berbeda untuk sampah an organik dan sampah organik adalah hal yang baik. Karena sampah organik adalah sampah yang bisa diolah dan dijadikan pupuk. Sedangkan sampah an organik sebagian dari sampah tersebut juga bisa dijadikan furniture tertentu. Memisahkan kedua jenis sampah ini akan membantu dalam proses pengolahan.
6. Kegiatan Gotong Royong
Hal penting lainnya adalah untuk selalu rutin membiasakan kebiasaan gotong royong sesama warga. Ini tidak hanya membantu membersihkan lingkungan sekitar, namun juga akan membantu dalam mempererat jalinan kerja sama antar warga.
Biasanya kegiatan gotong royong ini akan dilakukan setidaknya sekali dalam seminggu agar lingkungan benar-benar bersih dari sampah. Jadi, sangatlah penting untuk menjaga kekompakan antar warga agar bisa sama-sama untuk mewujudkan kebersihan lingkungan yang dibutuhkan oleh semua orang.
7. Meremukkan Sampah
Kebanyakan sampah anorganik seperti botol plastik maupun kedus dan lainnya akan membuat volume sampah menjadi lebih banyak. Jadi, hal penting yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah volume sampah adalah dengan meremukkannya.
Meremukkan sampah ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang ada, namun juga berperan untuk meminimalisir penggunaan ulang sampah yang merugikan. Misalnya saja oknum yang menggunakan sampah botol minuman untuk digunakan kembali tanpa proses sterilisasi.
8. Penghijauan
Siapa sangka untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, rindang dan asri bisa dilakukan dengan mudah. Salah satunya adalah dengan proses penghijauan. Ajaklah tetangga untuk menanam banyak bibit pohon di lingkungan sekitar.
Dengan banyaknya pepohonan yang ada maka lingkungan akan menjadi makin bersih dan asri. Tanaman akan mendaur ulang udara yang tidak sehat menjadi lebih sehat dan membuat kita menjadi lebih mudah mendapatkan udara yang bersih.
9. Penutupan Saluran Air
Menutup saluran-saluran air yang ada juga merupakan tindakan yang bisa dilakukan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Karena biasanya saluran air yang terbuka akan memicu banyak orang membuang sampah sembarangan dan menjadikan saluran tersebut sebuah sarang sampah dan sumber berbagai penyakit.
10 Buat Lubang Sampah
Anda bisa emmbuat lubang khusus yang disediakan untuk memasukan sampah organik, hingga nantinya bisa terdaur ulang dan meminimalisir bau. Kita tahu bahwa sampah organik akan emmbusuk dan akan menimbulkan bau yang tak sedap, oleh karena itu masukan kedalam lubang dan timbun kembali.
11. Memperbanyak Tong Sampah
Orang-orang seringkali membuang sampah semabarangan dikarenakan kurangnya jumlah tong sampah yang tersedia. Jadi, perbanyaklah jumlah tong sampah di jalanan maupun di sekitar lingkungan perumahan.
12. Sosialisasi
Melakukan penyuluhan atau sosialisasi adalah hal yang diperlukan agar orang-orang mengetahui bagaimana pentingnya upaya menjaga kebersihan lingkungan. Ini akan menyadarkan banyak orang akan bahaya lingkungan kotor dan memotivasi agar bisa menjaga kebersihan lingkungan.
Kebersihan merupakan tanggung jawab semua masyarakat jadi betapa pentingnya untuk menjaga lingkungan adalah kesadaran masyarakat sehingga jika ada bencana jangan pernah menyalahkan pemerintah atau menyalahkan orang lain, lihat lah diri sendiri apakah kita sudah menjaga dan merawat lingkungan ? Jika kita tidak bisa melakukan hal terbesar untuk menjaga lingkungan lakukanlah hal terkecil yang dapat melestarikan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, mendaur ulang barang barang bekas, jangan terlalu banyak menggunakan kantung plastik berlebihan.
Selain itu sampah memiliki dampak negatif dan positif.
Dampak negatif sampah antaralain yaitu,
1. Dapat menimbulkan penyakit diare, karena sampah akan memun culkan lalat dan dapat hinggap dimanapun dan kapanpun
2. Sampah dapat menjadi sarang nyamuk, karena jika ada sampah pasti mengandung unsur air yang akan menjadi tempat sarang nyamuk.
3. Sampah juga dapat menghilangkan kesuburan tanah seperti Limbah B3.
4. Dan masih banyak lagi sisi negatif dari sampah.
.
Sedangkan dampak positifnya antara lain:
• Saat kita kreatif dalam mengolah sampah, kita dapat menciptakan sebuah usaha pembuatan barang dari barang bekas, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan membantu masyarakat sekitar dalam bidang ekonomi.
Dan satu lagi yaitu cara mengolah sampah menggunakan metode 3R yaitu :
a. Reuse (penggunaan kembali) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu yang masih memungkinkan untuk dipakai seperti botol botol bekas dan lain lain.
b. Reduce (pengurangan) yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada.
c. Recycle (daur ulang) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang lebih berguna seperti menjadikan sampah organik menjadi kompos dan menggunakan kembali barang yang sudah tak terpakai.
Kesimpulanya adalah, jagalah kebersihan lingkungan karena lingkungan adalah tempat dimana kita tinggal, dimana ada lingkungan bersih disitu adalah tempat yang sehat, dan juga ada pepatah mengatakan, kebersihan sebagian dari iman, jangan fikirkan saat ini atau memanfaatkan lingkungan tanpa melestarikanya, fikirkan dampak kedepanya jika kita tidak menjaganya.
Dea Anggraini
1911211036
Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Andalas
Dosen Pengampu: Aulia Rahman, SKM, MKM.
Sumber:
Rabu, 04 Maret 2020
Pencegahan Virus Corona
5 Cara Efektif agar Tidak Tertular Virus Corona
Coronavirus telah menyerang ribuan orang di berbagai negara dan menelan ratusan korban jiwa. Agar tidak terkena penyakit infeksi yang sedang mewabah ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.
Penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS).
Langkah Mencegah Penularan Virus Corona
Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin.
Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).
Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona adalah:
1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku.
Jika sulit menemukan air dan sabun, Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.
2. Menggunakan masker
Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.
Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.
Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.
Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.
3. Menjaga daya tahan tubuh
Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.
Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.
4. Tidak pergi ke negara terjangkit
Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.
5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut
Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.
Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.
































