Teman-teman yang punya mata minus tapi gak pake kacamata, saat di jalan ada
temen tapi gak disapa. Lalu kamu dibilang sombong, padahal emang gak liat dia.
Pernah ngalamin hal kayak gitu nggak? Nyebelinkan? Nah itu salah satu arti
penting mata bagi kita. Pada era saat ini, banyak orang yang tidak bisa lepas
dari layar handphone atau layar laptop. Terlalu lama ataupun terlalu
sering menatap layar ponsel atau pun monitor, seperti komputer, laptop atau
televisi tentu saja bisa menimbulkan dampak bagi mata.
Tentu saja
kamu harus benar-benar menjaga mata, karena mata adalah salah satu indera
terpenting dalam tubuh. Mata sendiri adalah organ penglihatan pada makhluk
hidup. Mata pun dapat mendeteksi adanya cahaya yang masuk dan mengubahnya
sebagai impuls elektrokimia di sel saraf. Selain
itu, mata juga termasuk sistem optik yang kompleks. Dimana mata akan
mengumpulkan cahaya yang ada disekitar kemudian mengatur intensitasnya melalui
diafragma dan memfokuskan melalui penyesuaian lensa untuk membentuk sebuah
gambar. Gambar yang terbentuk nantinya akan dikonversi dalam sebuah sinyal
listrik yang dikirim ke otak melalui jalur saraf yang menghubungkan antara
saraf optik menuju korteks visual dan area lain di otak.
Rabun jauh atau miopi
adalah gangguan pada penglihatan yang
menyebabkan objek yang letaknya jauh terlihat kabur, tetapi tidak ada masalah
melihat objek yang letaknya dekat. Miopi atau rabun jauh dikenal juga
dengan istilah mata minus. Miopi atau rabun jauh adalah salah satu kelainan refraksi mata. Kondisi ini terjadi karena mata yang tidak dapat memfokuskan
cahaya pada tempat yang semestinya, yaitu pada retina mata. Gejala utama rabun
jauh adalah kaburnya penglihatan ketika melihat benda-benda yang jauh, misalnya
tulisan di papan tulis atau rambu lalu lintas. Miopi dapat ditangani dengan penggunaan kacamata. Selain
kacamata, miopi juga dapat ditangani dengan operasi LASIK yang menggunakan
sinar laser.
Gejala Miopi (Rabun Jauh)
Gejala miopi atau rabun jauh dapat terjadi pada siapa saja dan
dari segala umur. Tetapi kondisi ini umumnya mulai dirasakan oleh saat
anak-anak usia sekolah hingga remaja. Penderita miopi akan merasakan pandangan kabur saat melihat
objek yang jauh. Pada anak-anak, kondisi ini sering menyebabkan mereka
kesulitan melihat huruf di papan tulis bila duduk di barisan belakang.
Sedangkan pada orang dewasa, keluhan yang umum adalah kesulitan melihat
rambu-rambu lalu lintas. Gejala-gejala Miopi yaitu:
- Sakit
kepala
- Mata lelah karena mata bekerja
secara berlebihan
- Sering mengedipkan mata
- Sering memicingkan mata saat
melihat benda-benda jauh
- Sering mengucek mata
- Terlihat tidak menyadari keberadaan objek yang jauh
Beberapa kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan mata
minus, yaitu:
1. Membaca di cahaya
redup
Jika
selama ini anda sering membaca di cahaya redup, maka anda harus berpikir
ulang dengan kebiasaan tersebut. Kenapa? Kaeran membaca dengan cahaya redup
membuat otot-otot mata bekerja keras untuk menangkap objek. Jika hal itu
terjadi secara terus-menerus, mata minus atau pertambahan minus tak bisa lagi
dihindari.
2. Membaca terlalu dekat
Sering
kali kita membaca dengan jarak yang sangat dekat. Anda harus tau, membaca
dekat membuat otot-otot kecil di mata bekerja keras untuk mendapatkan fokus. Jika kondisi tersebut terjadi
secara berulang dan berkelanjutan, lama-kelamaan otot mata akan kelelahan
hingga mengalami kerusakan. Akibatnya apalagi kalau bukan minus yang bertambah.
3. Melihat layar monitor
terlalu dekat atau lama
Bagi
anda yang bekerja di kantoran pasti selalu berhadapan dengan layar monitor.
Menatap layar monitor terlalu dekat atau dalam waktu lama
membuat mata bekerja lebih keras. Pada akhirnya, mata akan kelelahan dan fungsinya melemah.
Lama-kelamaan, mata minus akan semakin bertambah parah.
4. Tidak rutin memakai
kacamata atau lensa minus
Penderita
mata minus yang tidak rutin memakai kacamata atau lensa minus dapat membuat
mata semakin berakomodasi untuk menyesuaikan penglihatan. Semakin sering
dilakukan, semakin cepat pula pertambahan minus mata yang Anda rasakan.
5. Sering terpapar sinar
ultraviolet
Paparan
sinar ultraviolet pada mata dapat menyebabkan kerusakan otot-otot yang
menunjang penglihatan. Ini artinya, jika mata sering terpapar sinar
ultraviolet, Anda akan mengalami perburukan kondisi mata minus.
Lalu bagaimana
cara menjaga kesehatan mata? Berikut
beberapa tips untuk menjaga kesehatan mata.
1.
Rutin Memeriksakan Mata
Setiap oang
mulai anak-anak hingga usia lanjut dianjurkan untuk memeriksakan mata ke dokter
spesialis mata setidaknya 2 tahun sekali. Rutin memeriksakan mata dapat
mendeteksi masalah dini masalah pada mata akibat penyakit tertentu, seperti
Diabetes dan Tekanan darah tinggi.
Orang dewasa
berumur lebih dari 4o tahun disarankan untuk memeriksakan mata setahun sekali. Karena
untuk mencegah penyakit mata yang berkaitan dengan bertambahnya usia, seperti
degenerasi makula, glaukoma, dan katarak. Sedangkan anak-anak diperiksa
setidaknya setiap dua tahun sekali, untuk mendeteksi masalah penglihatan yang
mungkin dapat memengaruhi kemampuan belajarnya.
2.
Mengonsumsi Makanan Bergizi
Penelitian menunjukkan bahwa makanan sehat
yang mengandung berbagai nutrisi, seperti vitamin A, C, dan E, zinc, lutein,
selenium, dan asam lemak omega-3, dapat membantu menangkal masalah mata terkait
usia, misalnya katarak dan degenerasi makula. Berbagai nutrisi tersebut bisa
didapatkan dengan mengonsuumsi buah-buahan dan sayuran berdaun hijau, salmon,
tuna, telur, dan kacang-kacangan.
3.
Janngan Terlalu Lama Menatap Layar
Elektronik
Jika teman-teman membuat tugas dan menatap
layar komputer atau laptop dalam jangka waktu yang cukup lama, alihkan
pandangan mata sejauh 6 meter selama 20 detik setiap 20 menit untuk mengurangi
ketegangan pada mata. Atau bisa juga mengistirahatkan mata seama 15 menit tiap
2 jam sekali. Jika mata kamu kering, seringlah mengedipkan mata.
4.
Memakai Kacamata Hitam
Mata yang terlalu sering terpapar sinar
matahari dapat mengalami katarak, degenerasi makula, kornea terbakar, dan
bahkan kanker mata. Oleh karena itu, pakailah kacamata hitam yang dapat
memblokir sinar UVA dan UVB, serta kenakan topi ketika berjalan-jalan di siang
hari.
5.
Tidak Merokok
Merokok dapat meningkatkan risiko penyakit
katarak, degenerasi makula, dan kerusakan saraf optik yangmampu menyebabkan
kebutaan serta merusak retina. Merokok juga bisa menyebabkan penimbunan plak di
pembuluh darah dan melemahkan arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan
jantung.
6.
Membuang Makeup Lama
Pada riasan mata bentuk cair atau krim,
bakteri dapat tumbuh dengan mudah. Buang dan ganti makeup kamu jika sudah 3 bulan
digunakan. Selalu ingat untuk tidak meminjam dan meminjamkan make dari dan
kepada orang lain. Serta pastikan untuk mencuci wajah sehingga bersih sebelum
dan setelah memakai makeup. Jika mengalami iritasi atau infeksi mata ketika
mengenakan makeup, hapus riasan dan segera periksakan diri ke dokter.
7.
Rajin Olahraga
Penelitian mengngkapkan bahwa olahraga
dapat mengurangi risiko kehilangan penglihatan akibat tekanan darah tinggi,
diabetes, dan kadar kolesterol yang tinggi. Cara menjaga kesehatan mata juga
dapat dilakukan dengan tidak mengabaikan berbagai masalah pada mata. Jika terasa
seperti ada butiran pasir di mata, bilas dengan air bersih. Apabila mata terasa
gatal atau terlihat merah, atasi dengan obat tetes atau kompres dingin.
Nah teman-teman, sekian pengetahuan tentang
mata yang dapat saya bagikan. Maaf jika banyak kekurangan. Ingat yaa, jangan
sepelekam hal-hal kecil yang dapat menyebabkan penyakit pada mata.
Semoga bermanfaat J
References:
Dea
Anggraini (1911211036)
Ilmu
Kesehatan Masyarakat
Fakultas
Kesehatan Masyarakat
Universitas
Andalas
Dosen Pengampu: Emy Leonita S.K.M., M.Ph.












